Aurat pada laki-laki dan perempuan

 بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي انعم علينا بنعمة الايمان والاسلام وجعلنا من امة سيدنا محمد صل الله عليه وسلم

والصلاة والسلام دائمين متلازمين ال سسيدنا وحبيبنا محمد صل الله عليه وسلم و اله و صحبه ومن انتسب اليه اجمعين

عما بعد

Assalamualaikun akhi ukhti! 

Kali ini alfaqir mau membahas tentang yang namanya aurat. 

Kenapa sih alfaqir ingin ngebahas ini. Ya soalnya alfaqir ingin berbagi ilmu yang alfaqir udah tahu. Dan prihatin juga sih liat orang-orang sekarang baik yang muda apalagi yang tua masih belum kenal batasan-batasan auratnya dengan baik.

Aurat… apa sih yang dimaksud aurat itu?

Aurat itu secara  bahasa adalah kekurangan.

Dan aurat secara istilah hukum syar”i adalah segala sesuatu yang wajib untuk menutupnya; dan haram untuk melihatnya.

Dan adapun pembatasan” aurat itu ada 4 :

1. Aurat laki-laki secara mutlak (di dalam maupun luar sholat), dan budak perempuan di dalam sholat yaitu diantara pusar dan dua lutut. 

Wajib bagi laki-laki untuk menutupi segala sesuatu antara pusar dan lutut. Dan berdosa baginya jikalau orang yang bukan mahramnya melihat sesuatu yang nampak diantara pusar dan lututnya.

Ada kasus dimana seandainya budak perempuan sholat hanya menutupi bagian antara pusar dan kedua lutut. Lalu, tiba-tiba datang laki-laki yang bukan mahramnya, maka sah solatnya. Akan tetapi ia berdosa karena membuka sesuatu yang diharamkan dilihat oleh lelaki yang bukan mahram.

2. Aurat perempuan merdeka di dalam sholat yaitu seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Dan adapun batasan telapak tangannya dari telapak tangan atas, bawah hingga ke pergelangan. Adapun pergelangan tangan maka wajib tertutupnya. Begitu pula hukum berlaku bagi huntsa (bencong atau orang dengan kelamin ekstra).

3. Aurat perempuan merdeka dan budak perempuan dihadapan orang yang bukan mahram yaitu seluruh badan.

Dan adapun mereka yang bukan mahram adalah : orang yang bukan diantara mereka terikat hubungan darah atau susuan atau ikatan perkawinan.

Dan adapun auratnya : seluruh badan hingga wajah dan telapak tangan.

Namun ada  qaul (pendapat) yang mengatakan di dalam kitab bushral karim syarh muqadimah alhadramiyyah kalau tidak keliru (nanti alfaqir cek lagi). Aurat perempuan dan budak perempuan dihadapan yang bukan mahram : seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan. Hukum ini juga berlaku bagi huntsa meskipun huntsa tersebut statusnya budak.

4.Aurat perempuan merdeka dan budak dihadapan mahramnya dan wanita yang lain yaitu antara pusar dan kedua lutut.

Semoga yang alfaqir berikan bermanfaat khususnya bagi alfaqir pribadi dan untuk akhi ukhti disana. Jikalau ada yang keliru mohon dimaafkan atau ada tata bahasa yang kurang baik silakan comment. Syukran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s