10 Sifat Anjing Yang Selayaknya Ada Pada Seorang Mukmin

dog

 بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي انعم علينا بنعمة الايمان والاسلام وجعلنا من امة سيدنا محمد صل الله عليه وسلم

والصلاة والسلام دائمين متلازمين ال سسيدنا وحبيبنا محمد صل الله عليه وسلم و اله و صحبه ومن انتسب اليه اجمعين

عما بعد

Assalamualaikum Akhi !

Semua pada tahu kan hewan yang namanya anjing.

Ada yang lucu, baik, penurut dan ada juga yang mokong (bandel), galak, bahkan ada yang bisa maen basket ama bola macem-macem dah bingung.

Meskipun banyak orang yang suka memelihara hewan ini, Namun dalam islam mereka dihukumi najis sama seperti babi.

Malah ada sebagian orang yang bilang, “Eh najis najis juga kan lucu gapapa kali buat dipelihara lagian kalo megang juga langsung bersih-bersih diri lagi.”

Iya kali bersihin tangannya tinggal cuci pake air langsung suci.

Malah, kalau mau bersesuci dari najis anjing atau babi. Bagian yang terkena najis harus dicuci 7x basuhan lalu dicampur dengan tanah. Dengan sebelumnya menghilangkan bentuknya najis setelah menyentuh anjing atau babi jikalau ada.

Tapi ada pengecualian akhi, ada anjing yang boleh dipelihara. Yaitu anjing yang dipakai sebagai anjing penjaga, atau anjing yang membantu pekerjaan, yang mana pekerjaan tersebut akan efektif jikalau memakai anjing. Contohnya dalam kasus : pelacakan oleh polisi menggunakan penciuman anjing.

Namun jikalau memelihara karena bukan dari kedua tujuan di atas maka memeliharanya itu hukumnya adalah haram. dan setiap hari pemilik anjing tersebut akan berkurang pahalanya dari hari ke hari.

Ada kisah menarik tentang seseorang yang mokong yang memelihara anjing.

Pada suatu hari ia bertanya kepada Habib Ali bungur (kalau tidak salah), “Wahai habib, bagaimana hukumnya saya makan bersama dengan anjing saya?”

Lalu Habib ali menjawab, “Haram, jangankan makan bersama menyentuhnya saja tidak boleh.”

Namun si orang ini masih mokong lalu bertanya kepada Habib Ali Kwitang Alhabsyi. Lagi-lagi jawabannya sama haram tidak boleh.

Setelah bertanya kepada Habib Ali Bungur dan Habib Ali Kwitang tetap ia masih mokong. Lalu bertanya kepada Habib Salim Bin Jindan.

Habib Salim Bin Jindan menjawab, “Ya boleh, khusus buat ente boleh makan bareng ama anjing !”

Lalu si orang ini riang gembira dan berkata, “Wah bib, makasih ya bib bener antum ulama paling alim. semua ulama pada ngelarang saya buat makan bareng sama anjing saya, tapi antum memberi fatwa boleh bagi saya !”

Lalu terdengar kabar kepada Habib Ali Bungur dan Habib Ali Kwitang Alhabsyi bahwa Habib Salim Bin Jindan memberikan fatwa halal makan bersama anjing bagi orang itu lalu keduanya bertanya kapada habib salim.

“Wahai Habib Salim, apakah ada qaul(pendapat)  di dalam fiqihnya antum memberikan dia fatwa halal melakukan hal seperti itu?”

Habib Salim menjawab, “Tidak ada”

Keduanya heran dan bertanya kembali, “Lalu kenapa antum memberikan fatwa demikian”.

Habib Salim menjawab kembali, “Tadi orang itu udah pergi ke antum wahai habib ali bungur menanyakan hal itu dan antum jawab haram. Lalu pergi kepada habib ali kwitang dan habib ali kwitang menjawab jawaban yang sama seperti antum. Namun ya emang dasarnya keras kepala mokong orangnya. Eh, dia malah nanya lagi ke ana. Ya udah ana bolehin. Kenapa ana bolehin? sederhana aja, Al’aqlu yakfi bil isyarah orang yang berakal itu cukup dengan isyarah. Dia sekali dikasih tau ga nurut kedua ga nurut ketiga yaudah ana kasih fatwa gitu. Berarti dia hewan gapunya akal, ya udah sama-sama anjing.”

Nah sekarang alfaqir mau sharing nih tentang 10 sifat anjing yang selayaknya harus ada pada orang sholeh :

  1. Anjing ini selalu lapar. Dan adapun sifat ini termasuk daripada sifat orang Sholeh.
  2. Tidaklah ia tidur pada malam hari terkecuali sebentar. Dan adapun sifat ini daripada sifat orang yang ahli tahajud.
  3. Seandainya ia diusir pada satu hari 1000x maka ia akan selalu kembali menunggu di depan pintu majikannya. Dan ini tanda daripada orang yang  benar dalam cintanya.
  4. Kalau ia mati tidak meninggalkan warisan. Dan ini sifat daripada orang yang zuhud.
  5. Ia qanaah (merasa cukup) dengan rendahnya kedudukannya dan ini tanda daripada orang yang ridho.
  6. Ia memandang kepada makanan yang dimiliki seseorang, ia tidak akan tiba-tiba mengambilnya. Sampai orang yang melihatnya  melemparkan padanya satu suapan kepadanya baru ia mendekati makanan tersebut. dan ini adalah tanda akhlak orang miskin.
  7. Sesungguhnya jikalau dia diusir dan dilempar mukanya oleh debu atau tanah maka ia tidak akan marah dan dendam. Dan ini termasuk orang yang memiliki rasa cinta.
  8. Apabila tempat atau basecampnya ditempati oleh yang lain maka ia meninggalkannya dan pergi ke tempat lain. Dan ini termasuk daripada orang-orang yang terpuji.
  9. Ia bisa bermalam hari hanya dengan satu suapan makanan. Dan ini tanda daripada orang-orang yang qanaah.
  10. Jikalau ia berpergian ke suatu tempat maka ia tidak membawa bekal. Dan ini termasuk daripada sifat orang yang tawakal.

 Jadi mulai sekarang gausah marah ya kalau ada yang ngejek kamu anjing atau ngerasa hina gimana gitu karena dikatain anjing hehe. Karena ada pelajaran yang bisa kita ambil dari anjing meskipun dalam zahir (bentuknya) hina. 

Karena tiada ciptaan Allah yang sia-sia.

Sumber : Kitab Kasyifatussaja Syarh Safinatun Naja Karangan Imam Nawawi Albantaniy

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s